🌼Kucinta Puisi🌼
LAUTAN SUNYI
Matahari yang tenggelam..
Menandakan datangnya malam
Pasir semula putih menjadi hitam
Karena tiada sinar rembulan diawan
Tertutup awan hitam diatas lautan
Perginya burung camar menandakan kesunyian
Sekarang, hanya terdengar bunyi ombak dilautan yang kudengar dari kejauhan
Lautan sunyi..
Kuimpikanmu
Kulukiskan sedihnya hatimu
Namun tak henti aku bertanya
Mengapa engkau selalu bersedih
Hatimu memang terluka
Tapi jangan pernah merana
Setiap masalah pasti ada jalannya.
KISAH ZAMAN
Dibatu rata gerojogan sewu
Aku bersila tafakur
Mata menatap perilaku air
Mengalir dan terjun
Menggemuruh seolah bercerita
Cerita tentang zaman
Pastinya banyak dia berkisah
Andai kutahu bahasamu ya air
Akan kumengerti perjalanan zaman
Yang selalu engkau kisahkan.
ARTIS IDOLA
Dini gadis ABG nan modis
Adalah seorang artis
Bintang sinetron
Melambai umbar senyum sapa penonton.
PENDIDIKAN MEMPERSIAPKAN MANUSIA IDAMAN
Aku belajar menela'ah kata-kata bertuah
Dengan ilmu hidup ini jadi mudah
Dengan seni hidup ini jadi indah
Dengan agama hidup ini jadi terarah
Namun di era milenial banyak ditemui hal gasal
Berbuat salah diingatkan marah
Berbuat yang dilarang diingatkan meradang
Tak memandang usia dan status orang
Tak mencerminkan etika dan kesopanan
Belajar ilmu malas membaca buku
Masih sebanyak bintang dilangit, anomali kehidupan para pemikir sempit
Tanamkan pendidikan karakter, moral, iman, dan taqwa disiplin dan kepatuhan juga berbudayakan sanksi dan penghargaan
Beradap dan biadapnya manusia, serta maju dan rusaknya moral bangsa, pendidikan faktor utamanya.
SEKUL SEWAKUL
Durung katon sumbarat sunaring surya
Ing bang wetan isih peteng lelimengan
Ibu nyunggi tampah jumangkah tanpa arah
Oh.. Katon sayah saliramu ibu
Saben dina ngerasakno pliket adus kringet
Pamrihe tansah tinemu rupiah
Nguwuh santak nganti swara serak
Amrih sing krungu padha tuku
Dhuhhh gusti kulo mboten lila, mboten tega
Kulo nelongsa....
Ibu wangsul namung angsal sekul sewakul
SECARIK KERTAS LUSUH BERDARAH
Meski siang berganti malam
Perasaan tetap ngeri mencekam
Ada terdengar tangisan si anak yang lapar
Si emak menjerit suami sakit terkapar
Jeritan, erangan berbaur dentuman mesin pembunuh
Ribuan kurban jatuh dan tubuh tak utuh
Setiap langkah berjalan, nampak darah berceceran
Bak pecahan kaca berserakan
Inikah yang disebut neraka? Yang hidup terus sembunyi dan hanya berangan merdeka
Segeralah perjuangkan oh para pahlawanku
Untuk kemerdekaan bangsa dan negriku
Sepasang pahlawan berjiwa suci
Membaca tulisan dikertas lusuh dengan lantang berapi-api
Proklamasi... Inilah dambaan kita sebagai bangsa
Dan sorah riuh bergemuruh Merdeka... Merdeka...
👍
BalasHapus